Senin, 01 Januari 2018

PRAKTIK MENGGUNAKAN PIPET

1.     Latar Belakang
Alat adalah suatu benda yang dipakai untuk mengerjakan sesuatu, perkakas, perabot, yang dipakai untuk mencapai maksud ( Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2005, hal : 50) dalam penggunaan alat dapat mengalami kesalahan. Kesalahan dalam penggunaan alat dan bahan laboratorium dapat menimbulkan hasil yang  tidak akurat. Dalam hal ilmu statistika kesalahan seperti ini digolongkan dalam galat yaitu kesalahan penggunaan alat dan kurang teliti. Oleh karena itu, pemahaman fungsi dan cara kerja peralatan serta bahan harus mutlak dikuasai oleh praktikan di laboratorium. Bila tidak maka hal yang mustahil seperti kecelakaan di dalam laboratorium bisa terjadi. disamping itu, pemilihan jenis alat yang akan digunakan dalam penelitian disesuaikan dengan tujuan penelitian agar penelitian berjalan lancar (Anonim, 2002). Dalam laboratorium sebagai analis kesehatan kita dituntut untuk mahir meneliti terutama dalam ketelitiaan pengukuran, agar mencapai tujuan tersebut tentunya seorang analis kesehatan harus terampil menggunakan alat ukur seperti pipet. Untuk dapat terampil dalam penggunaan pipet, mahasiswa/i melakukan praktikum penggunaan pipet, dan disusunlah “Laporan Praktikum I” sebagai pertanggung jawaban bahwa penulis telah melakukan praktikum penggunaan pipet sesuai prosedur.

2.     Tujuan Praktikum
·         Mahasiswa/i dapat terampil menggunakan alat ukur pipet
·         Mahasiswa/i dapat teliti dalam menggunakan berbagai macam pipet
·    Mahasiswa/i dapat menggunakan pipet sesuai Standar Oprasional Prosedur untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja.

3.     Waktu dan Tepat Praktikum
  Hari, Tanggal    : Kamis, 14 September 1017
  Tempat             : Laboratoium Kimia 1, Lt. 4 dan Laboratorium Instrumentasi, Lt. 5
  Pukul                : 08.30 – 10.10

4.     Persiapan
Setiap kali melakukan percobaan di laboratorium, perhatikan dan persiapkan hal-hal  berikut ini:
1.      Jas laboratorium
2.      Sarung tangan laboratorium (bila diperlukan)
3.      Kertas kerja

5.     Materi Praktikum
Materi yang akan dipraktikumkan sudah dipelajari secara teori pada hari Kamis 7 September 2017 oleh kelompok satu “PIPET” didampingi oleh dosen. Praktikan sudah mengetahui sebelumnya apa yang akan dikerjakan, alat dan bahan yang diperlukan, cara kerja, serta hal-hal khusus seperti bahaya yang mungkin terjadi.

6.     Keselamatan di Laboratorium
            Selama berada di laboratorium, praktikan harus menjaga ketertiban, keselamatan diri dan orang lain. Jangan melakukan sesuatu, misalnya mencampurkan bahan kimia yang tidak anda pahami dengan baik, apalagi diluar prosedur percobaan. Laporkan setiap kecelakaan yang terjadi kepada dosen.

7.     Metodologi Percobaan
Alat dan Bahan yang dipersiapkan :


Alat
Bahan
         
Pipet Gondok atau Vol/ 5ml
Aquadest
                
Pipet Ukur 10ml
Kalium Permanganat (KMnO4)
  
Tabung Reaksi Vol.5

                          
Filler atau Blup

                
Blower Karet Pompa

                          
Beaker Glass 250ml

                 
Mikropipet

            
Yellow Tip

                        
Tisu

            
Rak Tabung Reaksi

            
Parafilm 

         
Spektrofotometer


8.     Prosedur Kerja
Pada praktektikum ini, penulis di arahkan untuk meggunakan dua macam pipet, pilihannya :         
                         A. pipet Ukur dan Mikropipet
                         B. pipet Volume dan Mikropipet
Penulis memilih pilihan B, yaitu Pipet Volume ukuran 5ml dan mikropipet. Maka penulis akan menulis laporan prosedur kerja menggunakan pipet volume dan mikropipet.

a.      Cara Menggunakan Pipet Volume dengan Filler/Blup:

1)      Pastikan pipet dalam keadaan bersih dan kering
2)      Keluarkan udara yang ada di dalam filler/blup dengan menekan A (Aspirate) sampai filler/blup pada keadaan mengempis.
3)      Sambungkan filler/blup pada pipet volume ukuran 5ml
4)      Masukan ujung pipet volume kedalam wadah yang berisi aquadest, pastikan dalam keadaan tegak lurus.
5)      Untuk menyedot aquadest tekan bagian S (Suction) pada filler/blup
6)      Pastikan kembali posisi pipet tegak lurus, sebelum menentukan miniskus
7)      Karena yang dipipet adalah aquadest, tidak berwarna. Maka, tepatkan larutan pada garis dengan miniskus bawah.
8)    Sebelum memasukan aquadest ke tabung reaksi atau wadah yang di inginkan, elap samping kanan kiri ujung pipet (tapi bukan di bagian bawah ujung pipet) dengan tisu kering, agar sisa-sisa aquadest yang ada di samping kanan kiri ujung pipet tidak mempengaruhi pengukuran
9)      Posisikan pipet diatas tabung reaksi atau wadah yang diperlukan untuk memasukan aquadest pada tabung reaksi/wadah.
10)  Keluarkan aquadest dengan menekan E (Exhaust) pada filler atau blup

b.      Cara Menggunakan Pipet Volume dengan Blower Karet Pompa

1)      Pastikan pipet dalam keadaan bersih dan kering
2)  Siapkan blower karet pompa yang telah disambungkan dengan yellow tip untuk menyedot aquadest.
3)      Kempiskan blower karet pompa
4)      Masukan pipet kedalam wadah yang berisi aquadest, pastikan dalam keadaan tegak lurus
5)      Posisikan blower karet pompa yang kempis diatas pipet volume
6)   Pencet blower karet pompa sampai aquadest berada pada garis diatas miniskus bawah
7)  Di tepatkan diatas garis minuskus bawah karena aquadest akan turun saat jeda pergantian antara pelepasan blower dengan telunjuk untuk menahan aquadest.
8)    Jika aquadest masih diatas garis miniskus maka kita harus mengeluarkannya sedikit demi sedikit dengan mengangkat jari teunjuk kita, sampai aquadest tepat di garis miniskus bawah.
9)    Jika aquadest sudah melewati dan kurang sampai pada garis miniskus bawah maka kita harus memompa aquadest kembali.
10)  Jika aquadest sudah tepat berada pada garis miniskus bawah maka kita bisa tahan aquadest dengan menutup bagian atas pipet dengan jari telunjuk kita
11)  Sebelum memasukan aquadest ke tabung reaksi atau wadah yang di inginkan, elap samping kanan kiri ujung pipet (tapi bukan di bagian bawah ujung pipet) dengan tisu kering, agar sisa-sisa aquadest yang ada di samping kanan kiri ujung pipet tidak mempengaruhi pengukuran
12) lalu dengan cepat kita pindahkan pada tabung reaksi atau wadah yang diperlukan dengan mengangkat jari telunjuk sedikit demi sedikit.

c.       Cara Menggunakan Mikropipet

1)      Siapkan yellow tip yang bersih dan kering
2)      Sambungkan yellow tip dengan mikropipet
3)     Mikropipet yang di gunakan adalah P200 mikro, bukan mikropipet yang dapat diatur skalanya, maka kita tidak perlu mengatur skalanya.
4)      Pegang mikropipet pada posisi yang benar, penyangga mikro ada pada kepalan 4 jari kita, agar mikropipet tidak mudah jatuh
5)  Sebelum memasukan ujung mikropipet ke wadah yang berisi larutan kalium permanganat, tekan ujung mikropipet sampai batas pertama dengan ibu jari.
6)    Masukan ujung mikropipet pada larutan Kalium permanganat, lalu angkat ibu jari agar larutan tersedot.
7)    Masukan dan Petemukan ujung yellow tip yang terisi larutan kalium permanganat dengan aquadest yang ada pada tabung reaksi
8)   keluarkan larutan kalium pemanganat pada tabung reaksi yang berisi aquadest. Dengan cara menekan ujung mikropipet sampai batas kedua.
9)        Bilas yellow tip yang masih tersisa larutan kalium permanganat dengan menekan dan melepas ujung yellow tip secara perlahan.
10)  Lakukan berulang sampai 4 tabung reaksi yang berisi aquadest tecampur dengan kalium permanganat

d.      Cara menghomogenkan aquadest dengan larutan kalium permangat

  1.                 Siapkan parafilm sebagai penutup tabung reaksi
  2.                                   Buka lembaran parafilm dan lebarkan di atas tabung reaksi
  3.                  Setelah menutupi bagian tabung reaksi yang terbuka maka tempelkan parafilm di samping-samping tabung reaksi
  4.                   Lalu tahan tabung reaksi pada bagian ujung tabung dan bagian atas tabung dengan jari telunjuk dan ibu jari
  5.                   Putar keatas dan kebawah secara berulang dengan perlahan sampai kira-kira warna kalium permangat tercampur dengan aquadest dan tidak menggumpal
  6.                   Taruh kembali tabung reaksi pada rak tabung reaksi sebelum di uji keakuratan pipet dengan spektrofotometer.

e.       Cara Menguji keakuratan pipet dengan Spektrofotometer

  Siapkan catatan kecil yang tidak mengganggu pengujian untuk mencacatat hasil spektrofotometer, catatan hasil spektrofotometer harus ditulis sendiri, dilarang di catatkan orang lain.
  1.      Aktifkan Spektrofotometer
  2.    Elap bagian selang penghisap untuk memastikan selang dalam keadaan bersih dan kering
  3.       Tekan tombol biru pertama dari kiri bagian paling atas untuk memulai
  4.       Sebelum memulai pengujian ada baiknya bila di homogenkan kembali
  5.              Buka parafilm penutup tabung reaksi
  6.        Hubungkan tabung reaksi berisi larutan dengan selang penghisap
  7.     tekan tombol untuk menghisap larutan dan akan berbunyi beep pertama pertanda bahwa spektrofotometer siap menghisap
  8.         jangan lepas tabung reaksi sebelum bunyi beep kedua walau spektrofotometer sudah menghisap larutan, tetap tunggu sampai bunyi beep kedua, karena sebelum bunyi beep kedua spektrofotometer masih berlangsung pada proses pembacaan.
  9.    Setelah bunyi beep kedua kita lepaskan tabung reaksi dengan selang penghisap  spektrofotometer dan taruh tabung yang telah di baca pada rak, bedakan tempat      tabung yang telah di baca dengan yang belum agar tidak keliru
  10.    Buanglah sampah bekas tisu dan bekas parafilm penutup tabung agar tidak    mengganggu
  11.       Catatlah hasil pembacaan spektrofotometer
  12.     Karena praktik ini dilakukan untuk menguji keakuratan pipet maka Lakukanlah   berulang pada tabung yang belum terbaca.

9.     Hasil dan Pengamatan
A.    Hasil
No
Nama
Gambar
Fungsi
1
Beaker glass

Tempat menyimpan aqadest dan larutan sementara
2
Pipet volume / gondok

Pipet gondok, untuk mengambil volume larutan secara tepat.
 3
Rubber Blup/ Filler

Membantu mengambil larutan kimia yang dengan cara disambungkan dengan pipet


4
Blower karet pompa

Membantu menyedot atau memompa larutan kimia jika tidak ada filler / rubber blup
5
Tabung reaksi






tempat mereaksikan zat-zatkimia dalam jumlah kecil.
6
Rak Tabung Reaksi

untuk meletakan tabung reaksi.
7
Mikropipet

alat yang digunakan untuk memindahkan cairan dalam jumlah kecil secara akurat. 
8
Yellow tip

digunakan dengan mikro pipet untuk memgambil sejumlah kecil larutan
9
Tisu

Digunakan untuk membersihkan sisa-sisa larutan yang terdapat pada pipet agar tidak mempengaruhi hasil pengukuran
10
Spektrofotometer

Digunakan untuk menguji keakuratan perhitungan pengukuran suatu zat atau larutan
11
Parafilm

Digunakam untuk menutup tabung reaksi saat ingin dihomogenkan

B.     Pengamatan

Setelah melakukan praktik penggunaan pipet, praktikan menguji beberapa hasil pemipetannya pada alat spektrofotometer, dapat diamati hasil pemipetannya adalah:

Nama : Alya Laurenza Aziz
NIM   : P3.73.34.2.17.005

Percobaan ke-
Jenis Pipet - Alat Pembantu Pipet
Hasil
1
Pipet Volume – Rubber Blup / Filler - Mikropipet
0,29
2
Pipet Volume -  Blower karet pompa – Jari Telunjuk- Mikropipet
0,27
3
Pipet Volume – Rubber Blup / Filler - Mikropipet
0,29
4
Pipet Volume -  Blower karet pompa – Jari Telunjuk- Mikropipet
0,29

10.    Pembahasan
A.    Pengenalan Alat-Alat Laboratorium
Dari hasil data dan pengamatan tersebut setiap praktikan harus mampu mengenal dan memahami fungsi, cara penggunaan dan perbedaan berbagai macam alat yang ada di laboratorium. Sebelum menggunakan alat laboratorium terlebih dahulu harus dicuci agar steril. Terutama pada alat ukur agar sisa- sisa praktik sebelumnya tidak mempengaruhi hasil pengukuran pada praktik selanjutnya.

B.     Pembacaan Miniskus
 Miniskus adalah suatu larutan yang dimasukkan kedalam alat-alat ukur seperti pipet dan buret dan membentuk cekungan. Antara pembacaan larutan yang berwarna dan tidak berwarna misalnya aquadest untuk ukurannya maka bagian bawah miniskus yang dibaca. Sedangkan untuk membaca volume larutan yang berwarna misalnya KMnO4 maka dilihat adalah miniskus bagian atas.

11.   Penutup
A.    Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan ini adalah :
  1. Dalam penggunaan alat-alat dilaboratorium harus sesuai dengan petunjuk seperti cara penggunaan alat, meletakan dan juga cara pengukuran.
  2. Perlu memperhatikan sifat dari bahan atau larutan- larutan yang digunakan
  3. Alat-alat gelas mempunyai tingkat kewaspadaan yang tinggi dibandingkan alat-alat lainnya, karena alat-alat gelas terbuat dari bahan kaca yang mudah pecah.
  4.  Pastikan alat-alat yang digunakan bersih dan steril.
  5. Pada proses pemipetan dengan pipet volume atau pipet ukur digunakan untuk memidahkan zat, larutan atau cairan secara akurat dengan proses sesuai posedur

B.     Saran

Saran yang dapat diberikan adalah setiap praktikan harus menaati tata tertib kerja di Laboratorium seperti menjaga kebersihan diri, alat dan ruang laboratorium. Praktikan juga diharapkan bekerja dengan teliti. Ketika percobaan berlangsung praktikan harus bisa menjaga keselamatan kelompok, jangan egois, serta sesama praktikan tidak boleh melakukan tindakan yang tidak perlu atau tidak sesuai prosedur ketika percobaan sedang berlangsung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengidentifikasi bahaya atau resiko yang ada di lingkungan kampus

Bahaya dan Resiko yang mungkin terjadi di lingkungan kampus Poltekkes Kemenkes Jakarta 3 adalah : Identifikasi masalah /...