1. Latar Belakang
Alat adalah
suatu benda yang dipakai untuk mengerjakan sesuatu, perkakas, perabot, yang dipakai
untuk mencapai maksud ( Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2005, hal : 50) dalam
penggunaan alat dapat mengalami kesalahan. Kesalahan dalam penggunaan alat
dan bahan laboratorium dapat menimbulkan hasil yang tidak akurat. Dalam hal ilmu statistika
kesalahan seperti ini digolongkan dalam galat yaitu kesalahan penggunaan alat
dan kurang teliti. Oleh karena itu, pemahaman fungsi dan cara kerja
peralatan serta bahan harus mutlak dikuasai oleh praktikan di laboratorium. Bila
tidak maka hal yang mustahil seperti kecelakaan di dalam laboratorium bisa
terjadi. disamping itu, pemilihan jenis alat yang akan digunakan dalam
penelitian disesuaikan dengan tujuan penelitian agar penelitian berjalan
lancar (Anonim, 2002). Dalam laboratorium sebagai analis kesehatan kita
dituntut untuk mahir meneliti terutama dalam ketelitiaan pengukuran, agar
mencapai tujuan tersebut tentunya seorang analis kesehatan harus terampil
menggunakan alat ukur seperti pipet. Untuk dapat terampil dalam penggunaan
pipet, mahasiswa/i melakukan praktikum penggunaan pipet, dan disusunlah “Laporan
Praktikum I” sebagai pertanggung jawaban bahwa penulis telah melakukan
praktikum penggunaan pipet sesuai prosedur.
2. Tujuan Praktikum
·
Mahasiswa/i
dapat terampil menggunakan alat ukur pipet
·
Mahasiswa/i
dapat teliti dalam menggunakan berbagai macam pipet
· Mahasiswa/i
dapat menggunakan pipet sesuai Standar Oprasional Prosedur untuk mencegah
terjadinya kecelakaan kerja.
3. Waktu dan Tepat Praktikum
Hari,
Tanggal : Kamis, 14 September 1017
Tempat
: Laboratoium Kimia 1, Lt. 4
dan Laboratorium Instrumentasi, Lt. 5
Pukul
: 08.30 – 10.10
4.
Persiapan
Setiap kali melakukan percobaan di
laboratorium, perhatikan dan persiapkan hal-hal berikut ini:
1. Jas laboratorium
2. Sarung tangan laboratorium (bila
diperlukan)
3. Kertas kerja
5. Materi Praktikum
Materi yang akan dipraktikumkan sudah dipelajari secara teori pada hari Kamis 7 September 2017 oleh kelompok satu “PIPET” didampingi oleh dosen. Praktikan sudah mengetahui sebelumnya apa yang akan dikerjakan, alat dan bahan yang
diperlukan, cara kerja, serta hal-hal khusus seperti bahaya yang mungkin
terjadi.
6. Keselamatan di Laboratorium
Selama
berada di laboratorium, praktikan harus menjaga ketertiban, keselamatan diri
dan orang lain. Jangan melakukan sesuatu, misalnya mencampurkan bahan kimia
yang tidak anda pahami dengan baik, apalagi diluar prosedur percobaan. Laporkan
setiap kecelakaan yang terjadi kepada dosen.
7. Metodologi Percobaan
Alat dan Bahan yang dipersiapkan :
Alat
|
Bahan
|
|
Pipet Gondok atau Vol/ 5ml
|
Aquadest
|
|
Pipet Ukur 10ml
|
Kalium
Permanganat (KMnO4)
|
|
Tabung Reaksi Vol.5
|
||
Filler
atau Blup
|
||
Blower Karet Pompa
|
||
Beaker
Glass 250ml
|
||
Mikropipet
|
||
Yellow
Tip
|
||
Tisu
|
||
Rak
Tabung Reaksi
|
||
Parafilm
|
||
Spektrofotometer
|
8. Prosedur Kerja
Pada praktektikum ini, penulis di arahkan untuk
meggunakan dua macam pipet, pilihannya :
A.
pipet Ukur dan Mikropipet
B.
pipet Volume dan Mikropipet
Penulis memilih pilihan B, yaitu Pipet Volume
ukuran 5ml dan mikropipet. Maka penulis akan menulis laporan prosedur kerja
menggunakan pipet volume dan mikropipet.
a.
Cara
Menggunakan Pipet Volume dengan Filler/Blup:
1) Pastikan
pipet dalam keadaan bersih dan kering
2) Keluarkan
udara yang ada di dalam filler/blup dengan menekan A (Aspirate) sampai
filler/blup pada keadaan mengempis.
3) Sambungkan
filler/blup pada pipet volume ukuran 5ml
4) Masukan
ujung pipet volume kedalam wadah yang berisi aquadest, pastikan dalam keadaan
tegak lurus.
5) Untuk menyedot
aquadest tekan bagian S (Suction) pada filler/blup
6) Pastikan
kembali posisi pipet tegak lurus, sebelum menentukan miniskus
7) Karena
yang dipipet adalah aquadest, tidak berwarna. Maka, tepatkan larutan pada garis
dengan miniskus bawah.
8) Sebelum
memasukan aquadest ke tabung reaksi atau wadah yang di inginkan, elap samping
kanan kiri ujung pipet (tapi bukan di bagian bawah ujung pipet) dengan tisu
kering, agar sisa-sisa aquadest yang ada di samping kanan kiri ujung pipet
tidak mempengaruhi pengukuran
9) Posisikan
pipet diatas tabung reaksi atau wadah yang diperlukan untuk memasukan aquadest
pada tabung reaksi/wadah.
10) Keluarkan aquadest
dengan menekan E (Exhaust) pada filler atau blup
b.
Cara Menggunakan Pipet Volume dengan Blower Karet Pompa
1)
Pastikan pipet dalam keadaan bersih dan kering
2) Siapkan blower
karet pompa yang telah disambungkan dengan yellow tip untuk menyedot aquadest.
3) Kempiskan
blower karet pompa
4) Masukan
pipet kedalam wadah yang berisi aquadest, pastikan dalam keadaan tegak lurus
5) Posisikan
blower karet pompa yang kempis diatas pipet volume
6) Pencet
blower karet pompa sampai aquadest berada pada garis diatas miniskus bawah
7) Di
tepatkan diatas garis minuskus bawah karena aquadest akan turun saat jeda
pergantian antara pelepasan blower dengan telunjuk untuk menahan aquadest.
8) Jika
aquadest masih diatas garis miniskus maka kita harus mengeluarkannya sedikit
demi sedikit dengan mengangkat jari teunjuk kita, sampai aquadest tepat di garis
miniskus bawah.
9) Jika
aquadest sudah melewati dan kurang sampai pada garis miniskus bawah maka kita
harus memompa aquadest kembali.
10) Jika aquadest sudah tepat berada pada garis
miniskus bawah maka kita bisa tahan aquadest dengan menutup bagian atas pipet dengan
jari telunjuk kita
11) Sebelum
memasukan aquadest ke tabung reaksi atau wadah yang di inginkan, elap samping
kanan kiri ujung pipet (tapi bukan di bagian bawah ujung pipet) dengan tisu
kering, agar sisa-sisa aquadest yang ada di samping kanan kiri ujung pipet
tidak mempengaruhi pengukuran
12) lalu
dengan cepat kita pindahkan pada tabung reaksi atau wadah yang diperlukan
dengan mengangkat jari telunjuk sedikit demi sedikit.
c.
Cara
Menggunakan Mikropipet
1) Siapkan yellow tip yang bersih dan kering
2) Sambungkan yellow tip dengan mikropipet
3) Mikropipet yang di gunakan adalah P200 mikro, bukan
mikropipet yang dapat diatur skalanya, maka kita tidak perlu mengatur skalanya.
4) Pegang mikropipet pada posisi yang benar, penyangga
mikro ada pada kepalan 4 jari kita, agar mikropipet tidak mudah jatuh
5) Sebelum memasukan ujung mikropipet ke wadah yang
berisi larutan kalium permanganat, tekan ujung mikropipet sampai batas pertama
dengan ibu jari.
6) Masukan ujung mikropipet pada larutan Kalium
permanganat, lalu angkat ibu jari agar larutan tersedot.
7) Masukan dan Petemukan ujung yellow tip yang terisi
larutan kalium permanganat dengan aquadest yang ada pada tabung reaksi
8) keluarkan larutan kalium pemanganat pada tabung
reaksi yang berisi aquadest. Dengan cara menekan ujung mikropipet sampai batas
kedua.
9)
Bilas yellow tip yang masih tersisa larutan kalium
permanganat dengan menekan dan melepas ujung yellow tip secara perlahan.
10) Lakukan
berulang sampai 4 tabung reaksi yang berisi aquadest tecampur dengan kalium
permanganat
d.
Cara menghomogenkan
aquadest dengan larutan kalium permangat
- Siapkan parafilm sebagai penutup tabung reaksi
- Buka lembaran parafilm dan lebarkan di atas tabung reaksi
- Setelah menutupi bagian tabung reaksi yang terbuka maka tempelkan parafilm di samping-samping tabung reaksi
- Lalu tahan tabung reaksi pada bagian ujung tabung dan bagian atas tabung dengan jari telunjuk dan ibu jari
- Putar keatas dan kebawah secara berulang dengan perlahan sampai kira-kira warna kalium permangat tercampur dengan aquadest dan tidak menggumpal
- Taruh kembali tabung reaksi pada rak tabung reaksi sebelum di uji keakuratan pipet dengan spektrofotometer.
e.
Cara
Menguji keakuratan pipet dengan Spektrofotometer
Siapkan catatan kecil yang tidak mengganggu pengujian untuk mencacatat hasil spektrofotometer, catatan hasil spektrofotometer harus ditulis sendiri, dilarang di catatkan orang lain.
Siapkan catatan kecil yang tidak mengganggu pengujian untuk mencacatat hasil spektrofotometer, catatan hasil spektrofotometer harus ditulis sendiri, dilarang di catatkan orang lain.
- Aktifkan Spektrofotometer
- Elap bagian selang penghisap untuk memastikan selang dalam keadaan bersih dan kering
- Tekan tombol biru pertama dari kiri bagian paling atas untuk memulai
- Sebelum memulai pengujian ada baiknya bila di homogenkan kembali
- Buka parafilm penutup tabung reaksi
- Hubungkan tabung reaksi berisi larutan dengan selang penghisap
- tekan tombol untuk menghisap larutan dan akan berbunyi beep pertama pertanda bahwa spektrofotometer siap menghisap
- jangan lepas tabung reaksi sebelum bunyi beep kedua walau spektrofotometer sudah menghisap larutan, tetap tunggu sampai bunyi beep kedua, karena sebelum bunyi beep kedua spektrofotometer masih berlangsung pada proses pembacaan.
- Setelah bunyi beep kedua kita lepaskan tabung reaksi dengan selang penghisap spektrofotometer dan taruh tabung yang telah di baca pada rak, bedakan tempat tabung yang telah di baca dengan yang belum agar tidak keliru
- Buanglah sampah bekas tisu dan bekas parafilm penutup tabung agar tidak mengganggu
- Catatlah hasil pembacaan spektrofotometer
- Karena praktik ini dilakukan untuk menguji keakuratan pipet maka Lakukanlah berulang pada tabung yang belum terbaca.
9. Hasil dan Pengamatan
A.
Hasil
No
|
Nama
|
Gambar
|
Fungsi
|
1
|
Beaker
glass
|
|
Tempat
menyimpan aqadest dan larutan sementara
|
2
|
Pipet
volume / gondok
|
|
Pipet gondok, untuk mengambil volume larutan
secara tepat.
|
3
|
Rubber
Blup/ Filler
|
|
Membantu mengambil larutan kimia yang dengan cara
disambungkan dengan pipet
|
4
|
Blower
karet pompa
|
|
Membantu menyedot atau memompa larutan kimia jika tidak ada filler / rubber
blup
|
5
|
Tabung
reaksi
|
|
tempat mereaksikan zat-zatkimia dalam jumlah
kecil.
|
6
|
Rak
Tabung Reaksi
|
|
untuk meletakan tabung reaksi.
|
7
|
Mikropipet
|
alat yang digunakan untuk memindahkan cairan
dalam jumlah kecil secara akurat.
|
|
8
|
Yellow
tip
|
digunakan dengan mikro pipet untuk memgambil
sejumlah kecil larutan
|
|
9
|
Tisu
|
Digunakan
untuk membersihkan sisa-sisa larutan yang terdapat pada pipet agar tidak
mempengaruhi hasil pengukuran
|
|
10
|
Spektrofotometer
|
Digunakan
untuk menguji keakuratan perhitungan pengukuran suatu zat atau larutan
|
|
11
|
Parafilm
|
Digunakam
untuk menutup tabung reaksi saat ingin dihomogenkan
|
B.
Pengamatan
Setelah
melakukan praktik penggunaan pipet, praktikan menguji beberapa hasil pemipetannya
pada alat spektrofotometer, dapat diamati hasil pemipetannya adalah:
Nama :
Alya Laurenza Aziz
NIM : P3.73.34.2.17.005
Percobaan
ke-
|
Jenis
Pipet - Alat Pembantu Pipet
|
Hasil
|
1
|
Pipet
Volume – Rubber Blup / Filler - Mikropipet
|
0,29
|
2
|
Pipet
Volume - Blower karet pompa – Jari
Telunjuk- Mikropipet
|
0,27
|
3
|
Pipet Volume – Rubber Blup / Filler - Mikropipet
|
0,29
|
4
|
Pipet Volume -
Blower karet pompa – Jari Telunjuk- Mikropipet
|
0,29
|
10. Pembahasan
A.
Pengenalan
Alat-Alat Laboratorium
Dari hasil
data dan pengamatan tersebut setiap praktikan harus mampu mengenal dan memahami
fungsi, cara penggunaan dan perbedaan berbagai macam alat yang ada di
laboratorium. Sebelum menggunakan alat laboratorium terlebih dahulu harus
dicuci agar steril. Terutama pada alat ukur agar sisa- sisa praktik sebelumnya
tidak mempengaruhi hasil pengukuran pada praktik selanjutnya.
B.
Pembacaan
Miniskus
Miniskus adalah suatu larutan yang dimasukkan
kedalam alat-alat ukur seperti pipet dan buret dan membentuk cekungan. Antara pembacaan larutan yang berwarna dan
tidak berwarna misalnya aquadest untuk ukurannya maka bagian
bawah miniskus yang dibaca. Sedangkan untuk membaca volume larutan yang
berwarna misalnya KMnO4 maka dilihat adalah miniskus bagian atas.
11. Penutup
A.
Kesimpulan
Kesimpulan
yang dapat diambil dari percobaan ini adalah :
- Dalam penggunaan alat-alat dilaboratorium harus sesuai dengan petunjuk seperti cara penggunaan alat, meletakan dan juga cara pengukuran.
- Perlu memperhatikan sifat dari bahan atau larutan- larutan yang digunakan
- Alat-alat gelas mempunyai tingkat kewaspadaan yang tinggi dibandingkan alat-alat lainnya, karena alat-alat gelas terbuat dari bahan kaca yang mudah pecah.
- Pastikan alat-alat yang digunakan bersih dan steril.
- Pada proses pemipetan dengan pipet volume atau pipet ukur digunakan untuk memidahkan zat, larutan atau cairan secara akurat dengan proses sesuai posedur
B.
Saran
Saran yang dapat diberikan adalah setiap praktikan harus menaati
tata tertib kerja di Laboratorium seperti
menjaga kebersihan diri, alat dan ruang laboratorium. Praktikan juga diharapkan
bekerja dengan teliti. Ketika percobaan berlangsung praktikan harus bisa
menjaga keselamatan kelompok, jangan egois, serta sesama praktikan tidak boleh melakukan
tindakan yang tidak perlu atau tidak sesuai prosedur ketika percobaan sedang berlangsung.











Tidak ada komentar:
Posting Komentar