Spektrofotometri adalah alat untuk mengukur
panjang gelombang
2. Komponen
Spektrofotometri Spectronic 20

3. Mengoprasikan
Spektromfotometer
Langkah 1 : Masukanlah Blanko yang telah
di elap menggunakan tisu ke dalam wadah kuvet, posisi garis lurus putih kuvet
dipaskan dengan garis wadah kuvet
Langkah 2 : Karena kuvet yang dimasukan
berisi blanko, maka absorbennya harus 0 dan transmitannya harus 100%, jika
belum susai, maka harus kita atur
Langkah 2 : cara mengatur transmitan
sampai ke 100% dengan memutar pengatur persen transmitan atau light control
knob, putarlah sampai benar-benar berhimpitan dengan transmitan 100%.
Langkah 3 : jika sudah berhimpitan keluarkanlah
kuvet berisi blanko dari wadah kuvet
Langkah 4 : Spekrtrofotometer siap
digunakan oleh kuvet berisi sample lain untuk membaca gelombang
Langkah 4 : sebelum memasukan kuvet
berisi sampel kedalam wadah kuvet, elaplah permukaan kuvet menggunakan tisu
Langkah 5 : setting gelombang yang akan
diuji dengan memutar putaran penatur panjang gelombang/ select wavelengt
Langkah 5 : jika kuvet berisi sampel
maka kita tidak boleh mengaturnya dengan putaran pengatur persen, karena
spektrofotometer yang akan membaca gelombangnya sendiri dengan akurat, sebab
telah di uji sebelumnya dengan blanko.
4.
Cara Membaca

Langkah 1 : Kuvet yang berisi wadah
sample terbaca dengan tanda jarum jam berubah kedudukan tidak pada angka 100%
lagi, karena menunjukan bahwa spektrofotometer menyerap gelombang sample
Langkah 2 : Deretan angka atas adalah
gelombang Transmitan, sedangkan deretan Angka yang bawah adalah Absoban
Langkah 3 : membaca gelombang absorban
dari kanan ke kiri, pada gambar di atas maka absorbsnnya adalah 0,35.
Langkah 4 : maka kesimpulannya panjang
gelombang yang di setting misalnya 460, dengan sampel terseut absorban dari
panjang gelombang 460 adalah 0,35
5.
Langkah Setelah
Membaca Sampel
Langkah 1 : setelah membaca sampel maka
bukalah penutup wadah kuvet lalu keluarkan secara perlahan agar wadah kuvet
tidak keluar bersamaan dengan kuvet
Langkah 2 : catatlah panjang gelombang
dengan absorban yang di dapat berupa catatan table agar lebih mudah menentukan
gelombang maksimal. Panjang gelombang maksimal adalah panjang gelombang yang
mencapai absobran tertinggi.
Langkah 3 : lakukanlah secara berulang
dengan panjang gelombang berbeda namun dengan kuvet berisi sample yang sama,
untuk menentukan panjang gelombang maksimal
Langkah 4 : setelah selesai menguji maka
elaplah samping samping wadah kuvet agar tetap bersih. Cuci dan rapihkanlah
perlengkapan dan bahan yang telah digunakan, lalu kembalikan ke tempat semula.
A.
Data hasil
pengamatan kelompok A2
Panjang
Gelombang
|
Absoban
|
460
|
0,2
|
470
|
0,25
|
480
|
0,32
|
490
|
0,36
|
500
|
0,4
|
510
|
0,42
|
520
|
0,41
|
530
|
0,36
|
540
|
0,3
|
550
|
0,23
|
560
|
0,16
|

B.
Pengujian Sampel
Kelompok
a.
Persiapan sampel
Alat
|
Bahan
|
Pipet
Ukur
|
Aquadest
|
Tabung
Reaksi 15ml
|
KMnO4
0,01 N
|
Aquadest
|
|
Botol
Semprot
|
|
Rak
Tabung Reaksi
|
|
Blup
|
|
Parafilm
|
b.
Diencerkan
terlebih dahulu dari 0,01 N menjadi larutan yang di pinta sebanyak 10ml
Rumus : N1.
V1 = N2. V2
|
N2
|
Volume KmnO4
|
Volume Aquadest
|
0,002
|
2
ml
|
8
ml
|
0,004
|
4
ml
|
6
ml
|
0,005
|
5
ml
|
5
ml
|
0,006
|
6
ml
|
4
ml
|
0,008
|
8
ml
|
2
ml
|
c.
Tabel setelah pengujian
dengan Spektrofotometer
Hasil pembacaan absorban kelima larutan deret
standar tersebut pada alat spektrofotometer dengan panjang gelombang 510 nm
adalah sebagai berikut
NO
|
KONSENTRASI STANDAR ( N )
|
ABSORBAN
|
1.
|
0,002
|
0,33
|
2.
|
0,004
|
0,66
|
3.
|
0,005
|
0,82
|
4.
|
0,006
|
0,95
|
5.
|
0,008
|
1,2
|
d.
Berikut adalah
table untuk penyelesaiannya
NO.
|
KONSENTRASI
( X )
|
ABSORBAN
( Y )
|
X2
|
Y2
|
XY
|
1.
|
0,002
|
0,33
|
0,000004
|
0,1089
|
0,00066
|
2.
|
0,004
|
0,66
|
0,000016
|
0,4356
|
0,00264
|
3.
|
0,005
|
0,82
|
0,000025
|
0,6724
|
0,0041
|
4.
|
0,006
|
0,95
|
0,000036
|
0,9025
|
0,0057
|
5.
|
0,008
|
1,2
|
0,000064
|
1,44
|
0,0096
|
∑n=5
|
∑=0,025
|
∑=3,96
|
∑=0,000145
|
∑=3,5594
|
∑=0,0227
|
e.
Perhitungan dari
tabel tersebut
a= n . ∑xy – ∑x . ∑y b=
∑y – a . ∑x
n
. ∑x2 – (∑x)2 n
|
·
a
= ( 5
.
0,0227 ) – ( 0,025
.
3,96 )
( 5
. 0,000145 )
(0,000625)
= 0,1135 –
0,0099
0,000725 – 0,000625
= 0,0145
0,0001
= 145
·
b =
= 3,96 – (145 . 0,025 )
5
= 3,96 – 3,625
5
= 0,335
5
= 0,067
·
Persamaan Y = ax + b
= 145x + 0,067
·
Persamaan X = 
= y
–
0,067
145
X1
= 0,33 – 0,067 = 0,0018
145
X2 = 0,66 – 0,067 = 0,0040
145
X3 = 0,82 – 0,067 = 0,005
145
X4 = 0,95 – 0,067 = 0,006
145
X5 = 1,2 – 0,067 = 0,0078
145
x
|
Y
|
0,0018
|
0,33
|
0,004
|
0,66
|
0,005
|
0,82
|
0,006
|
0,95
|
0,0078
|
1,2
|


Tidak ada komentar:
Posting Komentar