Minggu, 17 Juni 2018

Cara Menggunakan Spektrofotometri Spectronic 20


1. Pengertian Spektrofotometri
    Spektrofotometri adalah alat untuk mengukur panjang gelombang

2. Komponen Spektrofotometri Spectronic 20













3. Mengoprasikan Spektromfotometer

Langkah 1 : Masukanlah Blanko yang telah di elap menggunakan tisu ke dalam wadah kuvet, posisi garis lurus putih kuvet dipaskan dengan garis wadah kuvet

Langkah 2 : Karena kuvet yang dimasukan berisi blanko, maka absorbennya harus 0 dan transmitannya harus 100%, jika belum susai, maka harus kita atur

Langkah 2 : cara mengatur transmitan sampai ke 100% dengan memutar pengatur persen transmitan atau light control knob, putarlah sampai benar-benar berhimpitan dengan transmitan 100%.

Langkah 3 : jika sudah berhimpitan keluarkanlah kuvet berisi blanko dari wadah kuvet

Langkah 4 : Spekrtrofotometer siap digunakan oleh kuvet berisi sample lain untuk membaca gelombang

Langkah 4 : sebelum memasukan kuvet berisi sampel kedalam wadah kuvet, elaplah permukaan kuvet menggunakan tisu

Langkah 5 : setting gelombang yang akan diuji dengan memutar putaran penatur panjang gelombang/ select wavelengt

Langkah 5 : jika kuvet berisi sampel maka kita tidak boleh mengaturnya dengan putaran pengatur persen, karena spektrofotometer yang akan membaca gelombangnya sendiri dengan akurat, sebab telah di uji sebelumnya dengan blanko.


4.     Cara Membaca


Langkah 1 : Kuvet yang berisi wadah sample terbaca dengan tanda jarum jam berubah kedudukan tidak pada angka 100% lagi, karena menunjukan bahwa spektrofotometer menyerap gelombang sample

Langkah 2 : Deretan angka atas adalah gelombang Transmitan, sedangkan deretan Angka yang bawah adalah Absoban

Langkah 3 : membaca gelombang absorban dari kanan ke kiri, pada gambar di atas maka absorbsnnya adalah 0,35.

Langkah 4 : maka kesimpulannya panjang gelombang yang di setting misalnya 460, dengan sampel terseut absorban dari panjang gelombang 460 adalah 0,35

5.     Langkah Setelah Membaca Sampel

Langkah 1 : setelah membaca sampel maka bukalah penutup wadah kuvet lalu keluarkan secara perlahan agar wadah kuvet tidak keluar bersamaan dengan kuvet

Langkah 2 : catatlah panjang gelombang dengan absorban yang di dapat berupa catatan table agar lebih mudah menentukan gelombang maksimal. Panjang gelombang maksimal adalah panjang gelombang yang mencapai absobran tertinggi.

Langkah 3 : lakukanlah secara berulang dengan panjang gelombang berbeda namun dengan kuvet berisi sample yang sama, untuk menentukan panjang gelombang maksimal

Langkah 4 : setelah selesai menguji maka elaplah samping samping wadah kuvet agar tetap bersih. Cuci dan rapihkanlah perlengkapan dan bahan yang telah digunakan, lalu kembalikan ke tempat semula.

A.   Data hasil pengamatan kelompok A2

Panjang Gelombang
Absoban
460
0,2
470
0,25
480
0,32
490
0,36
500
0,4
510
0,42
520
0,41
530
0,36
540
0,3
550
0,23
560
0,16


B.   Pengujian Sampel Kelompok

a.     Persiapan sampel

Alat
Bahan
Pipet Ukur
Aquadest
Tabung Reaksi 15ml
KMnO4 0,01 N
Aquadest

Botol Semprot

Rak Tabung Reaksi

Blup

Parafilm


b.     Diencerkan terlebih dahulu dari 0,01 N menjadi larutan yang di pinta sebanyak 10ml

Rumus : N1. V1 = N2. V2



N2
Volume KmnO4
Volume Aquadest
0,002
2 ml
8 ml
0,004
4 ml
6 ml
0,005
5 ml
5 ml
0,006
6 ml
4 ml
0,008
8 ml
2 ml

c.      Tabel setelah pengujian dengan Spektrofotometer
Hasil pembacaan absorban kelima larutan deret standar tersebut pada alat spektrofotometer dengan panjang gelombang 510 nm adalah sebagai berikut
NO
KONSENTRASI STANDAR ( N )
ABSORBAN
1.
0,002
0,33
2.
0,004
0,66
3.
0,005
0,82
4.
0,006
0,95
5.
0,008
1,2







d.      Berikut adalah table untuk penyelesaiannya

NO.
KONSENTRASI ( X )
ABSORBAN ( Y )
X2
Y2
XY
1.
0,002
0,33
0,000004
0,1089
0,00066
2.
0,004
0,66
0,000016
0,4356
0,00264
3.
0,005
0,82
0,000025
0,6724
0,0041
4.
0,006
0,95
0,000036
0,9025
0,0057
5.
0,008
1,2
0,000064
1,44
0,0096
∑n=5
∑=0,025
∑=3,96
∑=0,000145
∑=3,5594
∑=0,0227





e.       Perhitungan dari tabel tersebut
a= n . xy  x . y                                 b= y a . x
     n . x2   (x)2                                                                                                   n

·         a  

   = ( 5 . 0,0227 ) – ( 0,025 . 3,96 )                         
        ( 5 . 0,000145 )   (0,000625)                            
    =  0,1135            0,0099                                              
         0,000725 – 0,000625                                              
    = 0,0145                                                                          
       0,0001                                                                           
    = 145                                                                


·          b  =  

    =  3,96 – (145 . 0,025 )
                      5
    = 3,963,625
                  5
    = 0,335
5
    = 0,067

·         Persamaan Y = ax + b
                         = 145x + 0,067

·         Persamaan X =
          = y 0,067
    145


 X1 =  0,33 0,067 = 0,0018
 145

                X2 = 0,66 0,067 = 0,0040
145

X3 = 0,82 0,067 = 0,005
145

X4 = 0,95 0,067 = 0,006
145

X5 = 1,2 0,067 = 0,0078
145

x
Y
0,0018
0,33
0,004
0,66
0,005
0,82
0,006
0,95
0,0078
1,2





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengidentifikasi bahaya atau resiko yang ada di lingkungan kampus

Bahaya dan Resiko yang mungkin terjadi di lingkungan kampus Poltekkes Kemenkes Jakarta 3 adalah : Identifikasi masalah /...